Tugas 1 Softskill Ekonomi Koperasi "Konsep Aliran dan Sejarah Koperasi"
Nama : Henki Ofin
NPM : 13216273
Kelas : 3EA09
Kelas : 3EA09
KONSEP
KOPERASI
Dengan
dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya
perkembangan
konsep-konsep yang berasal dari negara-negara barat dan negara-negara berpaham
sosialis, sedang konsep yang berkembang di negara dunia ketiga merupakan
perpaduan dari kedua konsep tersebut. Munker dari University of Marburg, Jerman
Barat membedakan konsep koperasi menjadi dua yaitu kosep koperasi barat dan
konsep koperasi sosialis.
1. Konsep
Koperasi Barat
Konsep
koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi
swasta yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang
mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan
anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagian anggota
koperasi maupun perusahaan koperasi.Jika dinyatakan secara negatif, maka
koperasi dalam pengertiantersebut dapat dinyatakan sebagai organisasi bagi egoism kelompok.Namun unsure egoism tersebut diimbangi dengan unsure positif berikut:
a. Keinginan
individual dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama
antar sesama
anggota dengan saling membantu dan menguntungkan
b. Setiap
individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi
untuk
mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama
c. Hasil
berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota
sesuai
dengan metode yang telah disepakati.
d. Keuntungan
yang belum didistribusikan akan dimasukkan kepada
cadangan
koperasi
2. Konsep
Koperasi Sosialis
Konsep
koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan
dan
dikendaalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan
merasionalkan
produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Sebagai alat
pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara
sentral,
maka koperasi merupakan bagian sentral dari suatu tata
administrasi
yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut
menentukan
kebijakan public, serta merupakan pengawasan dari
pendidikan.
3. Konsep
Koperasi Negara Berkembang
Seperti yang
telah diuraikan sebelumnya, Munker hanya membedakan
koperasi
berdasar konsep barat dan konsep sosialis. Sementara itu, di
dunia
ketiga, walaupun masih mengacu pada kedua konsep tersebut,
namun
koperasinya sudah berkembang dengan cirri sendiri, yaitu
dominasi
campur tangan dengan pemerintah dalam pembinaan dan
pengembangannya.
Campur
tangan ini memang dapat dimaklumi karena apabila masyarakat dengan kemampuan
sumber daya manusia danmodalnya yang terbatas dibiarkan dengan inisiatif
sendiri untuk membentuk koperasi, maka koperasi tidak akan pernah tumbuh danberkembang.
Sehingga
pengembangan koperasi seperti di Indonesia
dengan top
down approach pada awal pembangunannya dapat diterima,
sepanjang
polanya selalu disesuaikan dengan perkembangan
pembangunan
di negara tersebut. dengan kata lain, penerapan top down harus diubah secara
bertahap menjadi bottop up approach.
Hal inidimaksudkan
agar rasa memiliki (sense of belonging) terhadap koperasi oleh anggota semakin
tumbuh , sehingga para anggotanya secara sukarela berpartisipasi aktif. Apabila
hal seperti tersebut dikembangkan, maka koperasi yang benar-benar mengakar dari
bawah akan tercipta, tumbuh dan berkembang.
Sejarah Lahirnya Koperasi
a.
Tahun 1844, koperasi modern lahir di kota Rochdale Inggris yang pada awalnya
berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi kebutuhan sehari-hari.
seiring dengan terjadinya penumpukan modal koperasi, barang mulai diproduksi
sendiri hingga mampu memberikan kesempatan kerja bagi anggota.
b.
Tahun 1851 koperasi mampu mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan
bagi anggota.
c.
Tahun 1876 koperasi ini melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi,
perbankan dan asuransi.
d. Tahun 1870 koperasi tersebut
membuka usaha bidang penerbitan surat kabar Cooperative News.
e.
The Women Cooperative Guild (1833) yang memperjuangkan hak wanita sebagai ibu
rumah tangga, warga negara dan sebagai konsumen
f.
Tahun 1919 mendirikan cooperative college (lembaga koperasi pendidikan tinggi
koperasi pertama) di Manchester
g. Revolusi industri juga
mendorong pertumbuhan berdirinya koperasi seperti Charles Fourier dan Louis
Blanc. Untuk mampu menghadapi serangan revolusi Inggris, Perancis berusaha
mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang mengakibatkan
pengangguran.
Disamping di negara-negara
tersebut,koperasi juga berkembang di jerman yang dipelopori oleh Ferdinand
Lasalle, Friederich W Raiffesen (1818-1888) dan Herman Sculze (1808-1883) di
Denmark dan sebagainya. Koperasi tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia
disamping badan usahanya. Setengah abad setelah pendirian koperasi Rochdale dan
seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai negara, para pelopor koperasi
sepakat untuk membentuk ICA ( International Cooperative Alliance) dalam Kongres
Koperasi Internasional (1896) di London yang menjadikan koperasi menjadi sebuah
gerakan internasional.
Sumber : modul I ekonomi koperasi







0 komentar:
Posting Komentar